Waspada Modus Penipuan, Pemkot Kendari Tegaskan Tidak Pernah Minta Sumbangan ke Warga

  • Whatsapp
Waspada Modus Penipuan, Pemkot Kendari Tegaskan Tidak Pernah Minta Sumbangan ke Warga
Pj Sekda Kota Kendari Amir Hasan. 

ANOATIMES.COM, KENDARI- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat terkait maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintahan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan menegaskan Pemkot tidak pernah menerbitkan surat resmi untuk meminta sumbangan dalam bentuk apapun kepada warga maupun pelaku usaha.

Bacaan Lainnya

Peringatan ini disampaikan menyusul beredarnya sejumlah surat palsu yang mencatut nama pejabat dan lembaga pemerintah untuk memeras masyarakat.

Penipuan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir itu bahkan dilaporkan telah menimbulkan kerugian bagi sejumlah korban.

“Pemerintah Kota Kendari tidak pernah sekalipun mengedarkan surat permintaan sumbangan untuk kegiatan apapun. Kami minta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan klarifikasi jika menerima surat atau permintaan seperti itu,” bebernya, Rabu (16/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa modus yang digunakan pelaku adalah mengirimkan surat resmi palsu dengan kop dan stempel seolah berasal dari Pemerintah Kota Kendari. Sasaran utamanya adalah pelaku usaha dan warga yang dianggap potensial untuk memberikan dana.

“Ini sudah meresahkan. Nama baik Pemkot bisa tercoreng jika masyarakat tidak hati-hati. Kami sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan berharap pelakunya bisa segera ditangkap,” tambah Amir.

Sebagai Asisten I Setda Kota Kendari, Amir juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing dengan iming-iming proyek, kerja sama, atau janji keuntungan lain yang dikaitkan dengan permintaan sumbangan.

Ia menegaskan bahwa semua bentuk komunikasi resmi dari pemerintah daerah selalu dilakukan melalui kanal yang sah dan terbuka untuk verifikasi.

“Jika ada yang mengaku dari Pemkot Kendari lalu meminta bantuan atau sumbangan, jangan langsung percaya. Laporkan ke polisi atau hubungi langsung kantor instansi yang bersangkutan. Jangan ambil risiko,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menangkal praktik penipuan ini dengan tidak menyebarluaskan informasi yang tidak jelas kebenarannya, serta membangun budaya waspada di lingkungan masing-masing.

“Kewaspadaan kolektif adalah kunci. Kami berharap masyarakat turut membantu dengan melapor jika menemukan hal mencurigakan. Pemkot juga akan terus meningkatkan literasi publik agar masyarakat tidak mudah terjebak modus seperti ini,” pungkasnya.

Pos terkait