Pembayaran Material Belum Tuntas, Jembatan Bailey yang Diresmikan Gubernur Ditutup Sementara

  • Whatsapp
Pembayaran Material Belum Tuntas, Jembatan Bailey yang Diresmikan Gubernur Ditutup Sementara
Jembatan Bailey saat ditutup sementara

Penutupan ini diduga kuat akibat belum diselesaikannya pembayaran material proyek jembatan yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Provinsi Sultra senilai Rp3,191 miliar. Sebuah spanduk bertuliskan “Maaf, jalan ini ditutup sementara karena belum menyelesaikan pembayaran material,” terlihat terpasang di lokasi jembatan.

Akibat penutupan tersebut, warga dan pengendara yang melintasi jalur Trans Sulawesi terpaksa kembali menggunakan jalan lama yang rawan tergenang banjir. Beruntung, saat ini bukan musim hujan sehingga jalan lama masih bisa dilalui meski dalam kondisi terbatas.

Bacaan Lainnya

Jembatan Bailey ini sejatinya dibangun sebagai solusi darurat setelah akses utama terputus akibat banjir beberapa waktu lalu. Dengan konstruksi yang mampu menahan beban hingga 25 ton, jembatan ini dirancang untuk mendukung lalu lintas kendaraan roda dua dan empat.

Namun harapan masyarakat akan akses yang lebih baik harus pupus sementara, karena jembatan justru ditutup tidak lama setelah peresmian. Hal ini menuai kritik dari warga, termasuk dari Iksal Saputra, salah satu tokoh masyarakat setempat.

“Jembatan Bailey Konawe Utara yang sudah diresmikan Gubernur Sultra menelan anggaran Rp3,191 miliar, namun secara kasat mata sangat buruk. Ini sungguh mengecewakan,” ujar Iksal, Senin (11/8/2025).

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proyek ini.

“Semoga ada tindakan tegas dari pihak berwajib, karena ini sangat merugikan masyarakat yang mengandalkan jalur ini untuk aktivitas sehari-hari,” tegasnya.

Penutupan jembatan ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya mobilitas warga serta distribusi logistik di jalur vital Trans Sulawesi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun provinsi terkait penyelesaian pembayaran atau kelanjutan proyek.

Masyarakat berharap persoalan ini segera dituntaskan agar akses transportasi kembali normal dan tidak terus merugikan warga.

Laporan : Jo

Pos terkait