UHO Kukuhkan 9 Guru Besar, Targetkan 250 Profesor Sebelum 2030

  • Whatsapp
UHO Kukuhkan 9 Guru Besar, Targetkan 250 Profesor Sebelum 2030

ANOATIMES.COM, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menambah jajaran guru besarnya. Sebanyak sembilan akademisi dikukuhkan sebagai guru besar dalam Upacara Senat Terbuka UHO di Auditorium Mokodompit, Kendari, Jumat (11/9/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya UHO memperkuat kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini, UHO telah memiliki 170 guru besar yang tersebar di 14 fakultas. Kampus tersebut menargetkan jumlah profesor meningkat menjadi 200 hingga 250 orang sebelum 2030.

Bacaan Lainnya

Sembilan guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas. Rinciannya, tiga orang dari Fakultas Pertanian, tiga orang dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dua orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta satu orang dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Mereka yakni Prof. Dr. Ir. Hj. Rahayu M., M.P., Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, S.P., M.P., Prof. Dr. Gusnawaty HS, S.P., M.P., IPM, ASEAN.Eng, Prof. Dr. Rosliana Eso, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Nasriadi Dali, M.Si., Prof. Dr. H. La Aba, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. Yusnaini, DEA, Prof. Dr. Hj. Darnawati, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Jamiludin, M.Hum.

Bidang keilmuan para guru besar tersebut cukup beragam. Di antaranya pengendalian hama terpadu, manajemen risiko agribisnis, pengendalian penyakit terpadu, kemagnetan tanah dan batuan, kimia sintesis sensor organik, fisika terapan, ekofisiologi reproduksi ikan, teknologi pembelajaran sejarah, serta sosiologi pendidikan.

Plt Rektor UHO Prof. Dr. Khairul Munandi, S.T., M.Eng., mengatakan pengukuhan guru besar bukan sekadar pengakuan atas pencapaian akademik, tetapi juga membawa konsekuensi berupa peningkatan tanggung jawab keilmuan.

Menurutnya, predikat guru besar merupakan awal dari perjuangan untuk semakin memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih, sekaligus mendorong para profesor memberikan kontribusi kepada masyarakat luas.

“Pengukuhan guru besar memiliki makna penting, yaitu pengakuan terhadap sebuah prestasi yang diraih, pemberian otoritas keilmuan, serta peningkatan tanggungjawab,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Khairul juga menekankan bahwa bertambahnya jumlah guru besar harus diikuti dengan peningkatan kontribusi terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama melalui penelitian, riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap para guru besar yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah akademik dengan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab. Para profesor juga diharapkan menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta menjadi inspirasi bagi generasi akademisi berikutnya.

“Guru Besar diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” demikian pesan Plt Rektor UHO.

Pos terkait