ANOATIMES.COM, KONAWE — Universitas Halu Oleo (UHO) memperkenalkan teknologi pengering produk kelautan berbasis energi matahari kepada masyarakat Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu, 9 Agustus 2026.
Teknologi Solar Collector tersebut diperkenalkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN-Tematik yang melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Fisika serta Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UHO.
Program ini dilatarbelakangi potensi hasil kelautan Desa Waworaha yang cukup besar.
Berdasarkan observasi tim, hasil tangkapan laut masyarakat umumnya masih langsung dijual ke desa sekitar. Sementara pengolahan hasil laut, khususnya pengeringan ikan, belum menjadi aktivitas yang dilakukan secara rutin.
Kondisi tersebut mendorong UHO mengenalkan teknologi sederhana yang dapat membantu masyarakat mengolah hasil tangkapan sehingga memiliki nilai tambah. Program ini tidak diarahkan untuk menggantikan praktik pengeringan yang sudah ada, melainkan memberikan wawasan mengenai alternatif teknologi dan peluang pengolahan hasil kelautan.
Manfaatkan Energi Matahari
Solar Collector bekerja dengan memanfaatkan radiasi matahari sebagai sumber panas. Energi tersebut dikumpulkan melalui kolektor surya dan dikonversi menjadi panas untuk menghasilkan aliran udara hangat yang kemudian diarahkan ke ruang pengering.
Sistem yang diperkenalkan terdiri dari ruang pengering dan Solar Collector. Ruang pengering memiliki lima rak berbahan rangka kayu dan jaring plastik untuk menempatkan produk kelautan.
Sementara Solar Collector menggunakan penutup akrilik bening dan seng plat berwarna hitam sebagai penyerap panas. Sistem juga dilengkapi ventilasi untuk mengatur keluarnya udara panas dari ruang pengering.
Teknologi ini memungkinkan energi matahari dimanfaatkan bukan hanya melalui penjemuran langsung, tetapi untuk menghasilkan udara panas yang digunakan dalam proses pengeringan.
Metode tersebut diharapkan menjadi alternatif yang lebih terlindung dibandingkan penjemuran terbuka yang sangat bergantung pada kondisi cuaca serta berpotensi membuat produk terpapar debu, serangga dan kontaminan lingkungan.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Kegiatan KKN-Tematik ini juga menjadi bentuk kolaborasi lintas disiplin antara Jurusan Fisika dan Jurusan Kimia FMIPA UHO.
Bidang Fisika berperan pada aspek energi matahari, perpindahan kalor, radiasi, termodinamika, serta prinsip kerja dan konstruksi Solar Collector.
Sementara Jurusan Kimia memberikan dukungan terkait karakteristik bahan, kandungan air, proses pengeringan, perubahan sifat bahan, hingga kualitas dan keamanan produk kelautan.
Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam aspek teknis, tetapi juga dalam sosialisasi, komunikasi dengan masyarakat, pendampingan, dokumentasi dan evaluasi kegiatan.
Pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembekalan mahasiswa, koordinasi dengan pemerintah desa, observasi, sosialisasi, demonstrasi alat, praktik, diskusi, pendampingan hingga evaluasi.
Masyarakat juga mendapat penjelasan mengenai prinsip pengeringan, mekanisme Solar Collector, bagian-bagian alat, aliran udara panas, penempatan produk, pengaturan ventilasi serta cara penggunaan dan pemeliharaan alat.
Dorong Produk Bernilai Tambah
Pemerintah Desa Waworaha turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Koordinasi dengan pemerintah desa dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi, potensi dan kebutuhan masyarakat sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.
Tim UHO berharap pengenalan Solar Collector menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan pengolahan hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Pengembangan ke depan dapat diarahkan pada pemanfaatan alat oleh kelompok masyarakat, peningkatan kapasitas pengeringan, diversifikasi produk kelautan hingga pengembangan usaha berbasis hasil laut.
Program tersebut juga menghasilkan transfer pengetahuan mengenai pemanfaatan energi matahari, prinsip dasar pengeringan, pengoperasian alat serta pemeliharaan sederhana.
UHO berharap teknologi yang telah diperkenalkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat dimanfaatkan dan dipelihara masyarakat sesuai kebutuhan.
Optimalisasi desain Solar Collector, peningkatan efisiensi pengeringan, pengembangan produk kelautan serta penguatan aspek pemasaran menjadi bagian yang dapat dikembangkan pada tahap berikutnya.
Melalui program ini, UHO menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berangkat dari potensi lokal.
Bagi masyarakat Desa Waworaha, Solar Collector menjadi salah satu alternatif pemanfaatan energi terbarukan sekaligus membuka peluang mengolah hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai tambah.






