PT WIN Dinilai Berkontribusi pada Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Konsel

  • Whatsapp
PT WIN Dinilai Berkontribusi pada Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Konsel

ANOATIMES.COM, KENDARI — Majelis Pertimbangan Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulawesi Tenggara menyatakan dukungan terhadap keberlangsungan investasi yang dinilai memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Kabupaten Konawe Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan MPW SBSI Sultra, Andry Togala, di Kendari, Minggu, 17 Mei 2026. Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, keberadaan investasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pekerja.

Bacaan Lainnya

Ia menilai sektor pertambangan beserta sektor pendukungnya masih menjadi tulang punggung dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, terutama bagi tenaga kerja produktif di wilayah pedesaan dan kawasan lingkar tambang.

“Sebagai organisasi yang lahir dari perjuangan buruh dan pekerja, kami melihat persoalan investasi bukan hanya dari aspek usaha semata, tetapi dari sisi keberlangsungan hidup para pekerja dan keluarganya. Ketika ada perusahaan yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja lokal, maka ada ratusan keluarga yang terbantu secara ekonomi,” ujar Andry.

Menurutnya, saat ini diperkirakan sekitar 400 hingga 500 pekerja menggantungkan mata pencaharian mereka dari aktivitas operasional PT WIN. Keberadaan tenaga kerja tersebut dinilai turut memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Dampak tersebut, kata dia, terlihat dari meningkatnya aktivitas sektor perdagangan kecil, jasa transportasi, rumah makan, hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar operasional perusahaan.

SBSI Sultra berpandangan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini membutuhkan stabilitas pekerjaan dan kepastian pendapatan. Karena itu, investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja perlu dijaga bersama sepanjang tetap berjalan sesuai ketentuan hukum, ketenagakerjaan, dan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan.

“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang besar dan peluang investasi yang sangat strategis. Jika dikelola secara baik dan melibatkan masyarakat lokal, maka investasi dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan daerah serta menekan angka pengangguran,” lanjutnya.

Andry juga menegaskan bahwa keberadaan investasi tidak boleh dipertentangkan dengan kepentingan masyarakat pekerja. Menurutnya, seluruh pihak perlu mendorong terciptanya hubungan industrial yang sehat, dialog yang konstruktif, serta iklim investasi yang kondusif agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan masyarakat memperoleh manfaatnya.

Selain itu, SBSI Sultra mengingatkan bahwa kritik maupun pengawasan terhadap perusahaan tetap merupakan bagian dari mekanisme demokrasi dan kontrol sosial. Namun penyampaian aspirasi diharapkan tetap mengedepankan objektivitas, data lapangan, dan mempertimbangkan dampak sosial ekonomi terhadap para pekerja.

“Kita semua tentu ingin daerah ini maju. Tetapi kemajuan daerah juga harus dibaca dari bertambahnya kesempatan kerja, meningkatnya penghasilan masyarakat, dan berputarnya ekonomi rakyat. Karena itu, investasi yang memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat harus didukung bersama,” tegasnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan kelompok pekerja dapat bersama-sama menjaga stabilitas daerah serta menciptakan ruang investasi yang sehat, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas di Sultra.

Pos terkait