Kades Samabahari Bantah Isu Desanya Tidak Diperhatikan Pemda

  • Whatsapp
Kades Samabahari Bantah Isu Desanya Tidak Diperhatikan Pemda

ANOATIME. COM, WAKATOBI– Kepala Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa, Gamis membantah terkait isu yang yang terbangun di masyarakat bahwa masyarakat bajo tidak mendapat perhatian dari Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi.

Gamis mengatakan Pemda terus memperhatikan seluruh wilayahnya termasul Desa Sama Bahari. Bila diuraikan kata Gamis, sudah banyak perhatian pemda yang telah dirasakanasyarakat Desa Sama Bahari.

Bacaan Lainnya

Di tahun 2022 pemda telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta untuk pembangunan dan di tahun 2023 di lakukan rehabilitasi jembatan titian.

“Pemerintah daerah dalam tahun 2022 kemarin ada anggarannya Rp 600 juta, tahun 2023 kemarin ada juga rehabilitasi jembatan titian dari pemda,” Singkatnya.

Terkait adanya aksi penggalangan dana yang dilakukan Youtuber asal Denmark, Kristian Hansen untuk memperbaiki jembatan di Desa Sama Bahari, Gamis mengaku tidak mengetahui hal tersebut pasalnya Kristian Hansen melaporkan ke desa sebagai wisatawan.

“Sebenarnya yang kita tau, turis itu datang melapor ke desa sebagai wisatawan dan hal yang diminta donasi diluar teman-temannya itu di luar pengetahuan kami, nanti dikerja baru kami tau, ” Ungkapnya

Sementara itu Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Aswiadin menjelaskan sejak tahun 2023, pemerintah daerah sudah melakukan pembangunan rehabilitasi jembatan titian, baik di Desa Sama Bahari (Sampela,red) maupun di Desa Mantigola.

Dimana di tahun 2023 anggaran ke Desa Sama Bahari dalam rangka rehabilitasi jembatan Titin sebesar Rp. 180 juta, dari dinas PU PR sedangkan untuk Desa Mantigola ada juga dari Dinas Perumahan, sebesar Rp 150 juta untuk rehabilitasi atau berbaikan terhadap jambatan titian Desa Sama Bahari

Sementara Pada tahun 2024 ini, lanjut Aswiadin, pemerintah daerah melalui anggaran APBD tahun 2024 juga telah menganggarkan untuk rehabilitasi jembatan titian Di Desa Sama Bahari dengan total anggara sebesar Rp 145 juta dan didesa Mantigola pemerintah daerah juga menganggarkan Rp 187 juta untuk rehabilitasi jembatan titian.

Selain itu pihaknya juga telah melakukan identifikasi terhadap jembatan-jembatan titian yang ada di Desa Sama Bahari dan Desa Mantigola bahkan desa yang ada di Mola pulau wangi-wangi untuk memastikan kondisinya jembatan -jembatan titian, ditemukan masih ada yang bagus dan rusak.

“Ini kita akan terus melakukan perbaikan- perbaikan makanya pada tahun lalu, sekarang, maupun sampai tahun depan melalui renja kami di Dinas PU PR sudah menyusulkan untuk perbaikan jembatan titian baik untuk di desa sama bahari, Desa mantigola maupun di mola raya yang ada di wangi-wangi, ” Ujarnya Kamis (27/6/2024)

Lebih lanjut, Aswiadin. Menegaskan Pemerintah daerah sesungguhnya selama ini tidak diam melihat persolaan dalam masyarakat bajo dan saat ini belum telihat ada geliat pembangunan rehabilitasi jembatan titian di tahun 2024 disebabkan baru selesai melakukan proses perencanaan.

“Sekarang ini masih mulai mengarah ke proses pekerjaaan baik yang ada di Desa Sama Bahari maupun di desa mantigola dan di Desa Mola Nelayan Bakti karena tahun ini juga ada pekerjaan jembatan titian, ” Paparnya.

Lebih lanjut, Aswiadin, berharap kepada seluruh masyarakat bajo yang ada di kabupaten Wakatobi agar tetap tenang mengingat pemda tidak tinggal diam melihat masalah yang dihadapi masyarakat bajo.

“Tahun depan agak besar anggaran kita untuk perbaiki jembatan-jembatan titian yang ada di masyarakat bajo, contoh di Desa mantigola itu anggarannya di atas Rp 1 Milyar untuk rehabilitasi jembatan titian yang ada di sana untuk usulan tahun depan, ” Tuturnya.

Laporan: Ema

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *