ANOATIMES.COM, WAKATOBI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi melaporkan capaian pembangunan yang positif pada berbagai indikator makro. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah target yang perlu diakselerasi.
Demikian disampaikan, Bupati Wakatobi H Haliana SE, saat membuka pelaksanaan Musrenbang tingkat Kabupaten Wakatobi yang dilaksanakan di Aulah Gedung Darwa Wanita Kabupaten Wakatobi
Dibeberkan, berdasarkan data yang dikumpulkan hingga tahun 2024, indikator makro pembangunan menunjukkan peningkatan signifikan data menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa sektor kunci yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat dari 69,87 (2021) menjadi 72,03 (2024).
Kemudian, Pertumbuhan Ekonomi: Naik dari 4,02% (2021) menjadi 4,77% (2024), Persentase Penduduk Miskin: Menurun dari 14,91% (2021) menjadi 14,36% (2024). Persentase Penduduk Miskin Ekstrem: Menurun drastis dari 2,13% (2021) menjadi 0,67% (2024).
Angka Rata-Rata Lama Sekolah (HARL): Meningkat dari 8,16 tahun (2021) menjadi 8,53 tahun (2024).Harapan Lama Sekolah (HLS): Meningkat sedikit dari 13,51 tahun (2021) menjadi 13,53 tahun (2024).
Serta, Angka Harapan Hidup: Meningkat dari 70,48 tahun (2021) menjadi 70,88 tahun (2024).
Sementara Prevalensi Stunting: Menurun signifikan dari 25,2% (2022) menjadi 10,7% (2024) berdasarkan data Survei Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM).
“Capaian ini menunjukkan hasil nyata dari upaya bersama yang telah dilakukan. tentu, hal ini perlu kita pertahankan dan terus tingkatkan di masa mendatang, ” ungkap Haliana, Kamis (9/4/2025).
Kata Haliana, saat ini Pemerintah Kabupaten Wakatobi terus berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ini.
Upaya percepatan dilakukan secara terstruktur dan terukur, melibatkan perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, dan masyarakat. Masyarakat Wakatobi didorong untuk menjadi subjek, bukan objek pembangunan.
Sementara Menyambut perencanaan pembangunan jangka panjang (RPJPD) Kabupaten Wakatobi tahun 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Pemerintah Kabupaten Wakatobi meluncurkan strategi “Wakatobi Sentosa 2”.
Strategi ini selaras dengan visi RPJMN 2025-2029, “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, dan terbagi ke dalam 8 strategi program dan 37 agenda kerja, meliputi Merdeka Sehat, Merdeka Belajar, Merdeka Pangan, Merdeka Emas, One Island One School, Sosial Inklusif, Pariwisata Inklusif, Perikanan Inklusif.
“Melalui strategi wakatobi sentosa 2, kita berharap pembangunan di wakatobi dapat berjalan lebih terarah, merata, dan berdampak langsung bagi masyarakat, ” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Wakatobi, La Terima, menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD ini bertujuan untuk membahas RKPD Kabupaten/Kota sesuai Pasal 88 ayat (1) Permendagri tersebut.
Hal ini meliputi kesepakatan mengenai permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan, program dan kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja, serta lokasi pelaksanaan.
Proses Musrenbang RKPD melibatkan usulan dari masyarakat dan DPRD Kabupaten Wakatobi. Tercatat sebanyak 622 usulan masyarakat masuk, dan setelah verifikasi, sebanyak 344 usulan disetujui.
Sementara itu, dari 362 usulan Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Wakatobi, seluruhnya (362 usulan) telah terverifikasi dan disetujui.
“Usulan dari masyarakat dan DPRD Kabupaten Wakatobi. Tercatat sebanyak 622 usulan masyarakat masuk, dan setelah verifikasi, sebanyak 344 usulan disetujui. Sementara itu, dari 362 usulan Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Wakatobi, seluruhnya (362 usulan) telah terverifikasi dan disetujui, ” ungkapnya.
Lanjutnya, hasil utama dari Musrenbang RKPD 2026 adalah Berita Acara Kesepakatan hasil Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten Wakatobi tahun 2025.
“Dokumen ini menjadi landasan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Wakatobi pada tahun 2026,” pungkasnya.






