ANOATIMES.COM, KENDARI – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah, Pemerintah Kota Kendari bersama Tim Penggerak PKK Kota Kendari siap melaksanakan Gerakan Tanam Cabai Serentak pada Rabu, 16 Juli 2025. Kegiatan ini akan dipusatkan di Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari, dan diikuti secara serentak oleh masyarakat di seluruh wilayah kota.
Langkah strategis ini dipersiapkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda, pada Senin (14/7/2025). Rapat turut dihadiri oleh perwakilan 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta jajaran pengurus TP PKK Kota Kendari.
Gerakan ini merupakan bagian dari upaya konkret Pemerintah Kota Kendari dalam merespons dinamika harga bahan pangan, khususnya cabai yang kerap menjadi komoditas penyumbang inflasi. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan kemandirian pangan dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
Dukungan Penuh Pemerintah Provinsi
Kegiatan ini akan mendapat dukungan penuh dari TP PKK Provinsi Sulawesi Tenggara. Ketua TP PKK Provinsi, Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, dijadwalkan hadir langsung di lokasi kegiatan, sementara TP PKK dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara akan mengikuti secara daring, menjadikan aksi ini sebagai gerakan serentak se-provinsi.
Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa Gerakan Tanam Cabai bukan sekadar program simbolis, melainkan strategi jangka panjang dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis keluarga.
“Gerakan Tanam Cabai ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Dengan melibatkan OPD teknis dan TP PKK, kita ingin memastikan kegiatan ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Amir Hasan.

Kolaborasi Lintas Sektor
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, organisasi perempuan, hingga elemen masyarakat, menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Diharapkan, semangat bercocok tanam dapat menjadi gaya hidup baru yang produktif dan berkelanjutan di kalangan masyarakat kota.
Sebagai motor penggerak di lapangan, TP PKK Kota Kendari telah menyiapkan berbagai strategi pelaksanaan. Salah satu langkah utama adalah mengaktifkan peran kader dasawisma untuk melakukan pendampingan teknis serta edukasi kepada masyarakat mengenai cara menanam dan merawat tanaman cabai, baik di pekarangan rumah, pot, maupun polybag.
Ketua TP PKK Kota Kendari menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam gerakan ini. Menurutnya, setiap keluarga harus memiliki kesadaran untuk menanam sendiri bahan pangan yang bisa dikonsumsi, guna menekan pengeluaran rumah tangga dan menjaga ketersediaan pasokan di pasar.
“Kita ingin memastikan setiap keluarga bisa menanam cabai, minimal untuk kebutuhan sendiri. Selain mengurangi pengeluaran, ini juga membantu mengendalikan harga di pasaran,” ungkapnya.
Tak hanya membagikan bibit, TP PKK juga menyiapkan pelatihan singkat mengenai teknik tanam di lahan terbatas, yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat perkotaan seperti Kendari.
Kecamatan Kadia Siap Bergerak hingga Dasawisma

Ketua TP PKK Kecamatan Kadia, Wa Ode Sufiati, menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan ini dan memastikan partisipasi aktif masyarakat di wilayahnya.
“Kami dari TP PKK Kecamatan Kadia sangat mendukung Gerakan Tanam Cabai Serentak ini. Ini adalah langkah positif untuk membantu pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kami siap menggerakkan kader hingga ke tingkat dasawisma untuk memastikan program ini berjalan efektif di masyarakat,” ujar Wa Ode Sufiati.
Gerakan Tanam Cabai Serentak menjadi bagian dari agenda strategis Pemerintah Kota Kendari dalam mewujudkan Kendari Mandiri Pangan. Lewat gerakan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kemandirian pangan, sekaligus menjadi pelaku aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
Lebih dari sekadar kegiatan tanam, gerakan ini menjadi simbol kebangkitan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Ini menjadi bukti bahwa jika digerakkan dengan baik, program pemberdayaan masyarakat bisa memberikan dampak besar bagi pembangunan berkelanjutan.
Dan pada 16 Juli nanti, Kelurahan Purirano akan menjadi saksi dari tumbuhnya harapan dan semangat baru di mana cabai bukan hanya komoditas, tetapi juga lambang ketahanan, kemandirian, dan masa depan yang lebih kuat bagi seluruh warga Kota Kendari. (ADV)






