Kapolda Sultra Perintahkan Penindakan Tegas Pasca Insiden Tambang Emas Diduga Ilegal di Bombana

  • Whatsapp
Kapolda Sultra Perintahkan Penindakan Tegas Pasca Insiden Tambang Emas Diduga Ilegal di Bombana

ANOATIMES.COM, KENDARI – Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, merespons insiden tragis di lokasi tambang emas yang diduga ilegal di Desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Selasa (7/4/2026).

Kapolda menegaskan telah memerintahkan jajaran di wilayah hukum setempat untuk segera mengambil langkah tegas. Ia meminta Kapolres Bombana memperketat pengawasan serta melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin.

Bacaan Lainnya

“Sudah saya sampaikan ke Kapolres agar diperketat dan ditindak,” tegasnya singkat saat dihubungi Anoatimes.Com via seluler, Selasa, 7 April 2026 malam.

Insiden tersebut sebelumnya dilaporkan menelan korban jiwa setelah sejumlah warga tertimbun longsor saat melakukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi saat para penambang tengah menggali material di area tambang.

Tiba-tiba, tebing di sekitar lokasi galian dilaporkan longsor dan menimbun para pekerja yang berada di dalam lubang. Hingga saat ini, jumlah pasti korban yang tertimbun maupun kondisi mereka masih belum dapat dipastikan.

Warga bersama aparat dan pihak terkait masih terus melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian, meski terkendala kondisi tanah yang labil.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bombana, Cevin Thimorut Beryan Djari, yang dikonfirmasi terkait insiden tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat juga belum mendapat respons.

Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aktivitas tambang emas yang diduga ilegal di wilayah Kabupaten Bombana. Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, aktivitas tersebut juga dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan para penambang yang bekerja tanpa standar keamanan memadai.

Pihak kepolisian diharapkan segera mengambil langkah konkret guna mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus menertibkan praktik pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

Laporan : Wi

Pos terkait